We always provide unforgettable service and memorable trip in your traveling

Batik Tulis

Batik adalah kerajinan khas dari Yogyakarta dan merupakan sebuah cindera mata yang banyak dicari para wisatawan domestik dan asing. Pada abad ke-15 masehi, seni membatik telah mulai berkembang. Saat itu seni membatik mendapat pengaruh dari budaya Buddha, Hindu, dan Islam. Waktu itu batik hanya dibuat di dalam lingkungan Kraton saja dan digemari oleh para puteri Kraton.

Batik mempunyai aneka ragam corak dan motif, tidak hanya dari dalam negeri, namun batik juga ada yang berasal dari mancanegara, seperti negara Rusia. Indonesia sendiri mempunyai motif batik yang bervariasi, diantaranya: batik Jogja dan batik Solo. Meski keduanya menggunakan ukel dan semen, namun sebenarnya kedua batik ini agak sedikit berbeda dan perbedaannya terletak pada corak warna. Batik khas Jogja berwarna putih dengan corak warna hitam dan batik khas Solo berwarna kuning dengan corak tanpa warna putih.

Penggunaan kain untuk bahan batik juga berbeda-beda, hal ini terjadi di Kraton Yogyakarta. Pihak Kraton mempunyai aturan yang pakem mengenai penggunaan kain untuk membuat batik. Pada acara hajatan atau pernikahan, kain batik yang digunakan harus bermotif Sidoluhur, Sidomukti, Sidoasih, Grompol, atau Taruntum. Sedangkan untuk acara mitoni, kain batik yang dipakai bermotif Parang Mangkoro, Gringsing Mangkoro, Picis Ceplok Garudo. Beberapa contoh motif batik klasik dari Yogyakarta antara lain: banji, parang, geometri, tumbuhan menjalar, bunga, motif tumbuhan air, satwa dalam kehidupan dan lainnya. Penggunaan Batik sekarang ini bukan hanya sebagai kain, tetapi juga sebagai bahan jadi, seperti: baju, kaos, seprei, sarung bantal, rompi dan produk lainnya.