We always provide unforgettable service and memorable trip in your traveling

Istana Silinduang Bulan

Istana Silinduang Bulan adalah bagian dari bangunan sejarah di wilayah Sumatera utara. Mempunyai beberapa keunikan dan sisi sejarah yang menarik. Bentuk bangunan Istana Silinduang Bulan menggunakan gaya “Alang Babega”, hal ini memang sedikit berbeda dengan bangunan istana yang ada di Minangkabau. Kebanyakan memakai gaya bangunan Gajah Maharam, Rajo Babandiang, Sitinjau Lauik dan beberapa bentuk arsitektur gaya lainnya. Alang Babega merupakan gaya bangunan khas tempat para raja dan keluarga bermukim.

Pada bagian dinding istana dihiasi oleh berbagai jenis ukiran, seperti: Pucuak Rabuang dan Aka Cino yang dipadukan dengan hiasan kaca Tabentang Kalangik. Pada bagian atas jendela dihiasi dengan ukiran tembus yang bermotif Si Kambang Manih. Bagian bawah atap disebut dampa, dihiasi dengan tiga jenis ukiran yaitu: Pisang Sasikek, Aka Cino dan Tantadu Bararak. Terdapat beberapa macam ukiran pada bagian pintu masuk, seperti: Tupai Managun, Saik Wajik, Daun Bodi, Bungo Lado, Buah Palo Bapatah, Itiak Pulang Patang. Sehingga Istana Silinduang Bulan adalah salah satu Rumah Gadang yang memiliki ukiran khas Minang yang indah. Pada bagian atap bangunan Istana mempunyai tujuh buah gonjong (tajuk) yang berdiri kokoh dan megah menjulang ke atas.

Pada bagian halaman Istana Silinduang Bulan berdiri dua buah Rangkiang. Rangkiang adalah tempat penyimpanan padi dari keluarga Kerajaan Pagaruyung. Dua Rangkiang itu diberi nama Si Bayau-bayau dan Si Tinjau Lauik. Istana Kerajaan Pagaruyung dan Istana Silinduang Bulan masih banyak menyimpan beberapa benda pusaka Kerajaan Pagaruyung yang dirawat dengan baik dan menarik untuk dikunjungi.