We always provide unforgettable service and memorable trip in your traveling

Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo adalah sebuah kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dan berada di Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Komodo merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis), yaitu reptil purba yang masih tersisa di bumi ini. Dengan kondisi alam yang unik, mempunyai padang savana yang luas dengan jajaran pohon lontar (Borassus flabellifer). Letak area Taman Nasional Komodo berada di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores. Sebuah kawasan di wilayah kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Geologi
Taman Nasional Komodo berada di pertemuan dua lempengan kontinen Sahul dan Sunda. Gesekan dua lempengan itu menimbulkan letupan vulkanik besar sehingga tekanannya menyebabkan pengangkatan terumbu karang dan fenomena vulkanik. Hal itu menimbulkan terjadinya beberapa pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. Wilayah Komodo Barat diperkirakan terbentuk pada era jurasic atau sekitar 130 juta tahun lalu, Sedangkan wilayah Komodo Timur, Padar dan Rinca, diperkirakan terbentuk sekitar 49 juta tahun lalu pada era Eosin. Kepulauan tersebut berubah secara terus menerus melalui proses erosi dan penumpukan material. Berdasarkan geologi berskala 1:250.000 oleh Van Bemmelen pada tahun 1949, formasi batu yang tersebar di Taman Nasional Komodo adalah andesit, deposit vulkanik dan formasi efusif.

Topografi
Terdapat beberapa topografi di Taman Nasional Komodo berbentuk gelombang yang berupa bukit dan gunung. Beberapa tempat mempunyai lereng yang terjal dan curam dengan kemiringan 80% dan ketinggiannya berkisar 735 meter. Gunung Satalibo adalah pegunungan tertinggi, sekitar 735 meter dari permukaan laut dan terletak di pulau Komodo. Juga terdapat gunung Ora dengan ketinggian 667 meter diatas laut.

Iklim
Kawasan Taman Nasional Komodo sangat dipengaruhi oleh curah hujan dengan tingkat kelembaban tinggi. Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, jenis iklim ini termasuk klasifikasi jenis F atau iklim kering. Kondisi paling kering adalah pada bulan april hingga oktober dan bulan basah antara bulan November hingga Maret. Curah hujan rata-rata antara 200-1500 mm per tahun. Suhu berkisar antara 17 - 34 C dengan tingkat kelembaban rata-rata 36%.

Biotik
Padang savana mendominasi daratan pulau Komodo, dengan keadaan alam yang kering dan sumber mata air tawar serta suhu udara yang panas sangat cocok untuk habitat reptil Komodo

Flora
Ekosistem Taman Nasional Komodo dipengaruhi oleh iklim musim kemarau yang panjang, suhu udara tinggi dan curah hujan rendah. Hal ini juga karena terletak dalam zonasi transisi antara flora fauna Asia dan Australia. Ekosistim perairannya dipengaruhi oleh dampak El-Nino, yang mengakibatkan lapisan air laut panas dan menimbulkan arus laut yang cukup kuat.