We always provide unforgettable service and memorable trip in your traveling

Candi Dieng

Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berada di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Dieng terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu: Dieng Kulon di Batur, Banjarnegara dan Dieng Kidul di Kejajar, Wonosobo. Kawasan Dieng terletak sekitar 26 kilometer disebelah utara kota Wonosobo, mempunyai ketinggian mencapai 2.093 meter di atas permukaan laut. Sebuah dataran tinggi dengan hawa sejuk segar dan suhu dingin pada malam hari.

Dieng mempunyai potensi wisata cukup tinggi dan variatif, seperti wisata candi, museum, volcano theatre, telaga, goa, kawah dan masih banyak lagi. Candi Arjuna adalah situs percandian Hindu tertua di Dieng. Nama candi diambil dari nama cerita kehidupan pewayangan yang syarat akan sejarah khususnya di pulau Jawa. Cerita pewayangan di tanah Jawa sangat kental terhadap masyarakat sekitar. Sebenarnya, kehidupan dan sejarah pewayangan berasal dari India, masuk bersamaan agama Hindu di tanah Jawa pada abad ke-7 Masehi.

Percandian di dataran tinggi Dieng adalah tanda awal peradaban Hindu di pulau Jawa pada masa kejayaan dinasti Sanjaya pada abad ke-7 Masehi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya gugusan beberapa candi di dataran tinggi Dieng yang memuja Dewa Siwa, Brahma dan Wisnu. Beberapa candi Dieng, antara lain: candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa, candi Sembadra, candi Gatotkaca, candi Bimo, candi Dwarawati dan masih ada beberapa candi lainnya. Pemberian nama candi di Dieng baru dimulai pada abad ke-19 Masehi. Relief candi mengikuti cerita pewayangan dan terbuat dari batu andesit. Dieng masih mempunyai beberapa obyek wisata lainnya seperti: Kawah Sikidang, Telaga Warna dan Telaga Pengilon, beberapa Museum dan Dieng Volcano Theatre atau Museum Dieng Purba.